Supir Angkot Pembunuh Temannya Sendiri Akhirnya Ketangkap Polisi

Ilustrasi Buronan
Ilustrasi Buronan

KABARSENANG.COM – Selesai telah pelarian Rifky (22), masyarakat Kabupaten Tulang Bawang, Propinsi Lampung, sesudah buron semenjak tahun 2014. Ia didakwa lakukan penganiayaan, sampai mengakibatkan korbannya Feby (24) yang profesinya menjadi sopir angkot Ciledug-Cikokol, meninggal.

Kapolsek Tangerang Kompol Ewo Samono menjelaskan, penganiayaan berbuntut maut itu berlangsung di seberang SPBU pengayoman, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Tangerang. Pemicunya rebutan penumpang pada korban serta aktor.

“Permasalahannya awalannya sebab rebutan penumpang jurusan Cikokol-Ciledug. Korban sudah sempat memukul aktor serta aktor langsung geram mengambil pisau yang berada di pinggangnya. Saat itu juga menyerang dada samping kiri korban serta langsung wafat,” jelas Ewo di Mapolsek Tangerang, Senin (18/3).

BACA JUGA : KABAR GEMBIRA!! BERMAIN POKER ONLINE SUDAH BISA WITHDRAW PULSA DI SENANGDOMINO

Waktu peristiwa, persisnya 30 April 2014, sekira jam 19.30 WIB, pada korban serta aktor tengah menanti penumpang di Depan TangCity Mal. Sebab terasa diambil penumpangnya, aktor lalu memukul korban sampai berlangsung sama-sama baku hantam.

“Awal mulanya juga dimusyawarahkan, untuk sama-sama damai. Tetapi nyatanya, terduga ini tidak senang serta waktu itu pun terduga berjumpa dengan korban di lokasi Tangcity Mall. Habis itu dikerjakan penganiayaan yang menyebabkan korban wafat,” jelas Ewo.

Aktor atas nama Rifky sukses diringkus di Desa Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung sesudah melarikan diri berpindah-pindah tempat. Waktu didapati di Mapolsek Tangerang, Rifky yang waktu itu berusia 17 tahun mengakui terasa bersalah serta seringkali dihantui arwah korban.

“Iya saya terasa bersalah pak. Senang dimimpiin dicekek sama ia (Feby),” kata Rifky.

Karena tindakannya, aktor dijaring masalah UU RI Nomer 23 tahun 2002 serta atau masalah 338 KUHP serta atau 351 ayat (3) KUHP mengenai perlindungan anak serta atau pembunuhan serta atau penganiayaan berat yang menyebabkan wafat.

“Intimidasi hukumannya ialah 15 tahun penjara atau denda Rp 3 miliar,” tegas Ewo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *